Pembangunan Kelanjutan Drainase Aviari Batu Aji Terus Digesa

banner 160x600
banner 468x60

Proyek Pembangunan Peningkatan Drainase Dilengkapi Plang Proyek

*Kepala Dinas Perlu Keterbukaan Agar Tak Terjadi Miskomunikasi

 

 

Indonesiatopnews.com.Batam- Proyek pembangunan peningkatan Drainase di kawasan Aviari Batu Aji sejak awal April 2022, sempat mengundang berbagai kalangan, terutama sorotan beberapa media. Bahkan, dari group Whatsapp masuk beberapa kali ke media ini yang mengajak untuk mengekposnya.

Ada juga media yang mengexpos bahwa pembangunan Drainase itu rawan korupsi. Lebih-lebih lagi ada pemberitaan melalui chanel youtube atau tv media menyebut proyek siluman, kendati tidak bisa dibuktikan kebenarannya, karena tidak melalui konfirmasi kepada pemilik proyek. Dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.

 

Proyek pembangunan peningkatan Drainase kawasan Aviari, dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu?
 

Beberapa tudingan seperti rawan korupsi dan proyek siluman atas pembangunan peningkatan Drainase tersebut, tak terlepas dari kesulitan awak media untuk konfirmasi kepada pejabat berwenang, Kepala Dinas Bina Marga dan sumber daya air kota Batam. Kesulitan atau ketertutupan Kadis diatas, sehingga kerap memunculkan miskomunikasi yang pada akhirnya awak media menulis apa adanya tanpa konfirmasi.

Demikian juga seputar pembangunan peningkatan Drainase di kawasan Aviari yang sempat dituding tanpa memasang plang proyek. Hal itu disebabkan sulitnya mencari lokasi pemasangan plang yang jauh dari jangkauan pandangan. Namun pada dasarnya proyek tersebut tercantum plang proyek. Namun sulitnya menemui pejabat yang berwenang untuk konfirmasi atau bisa disebut akibat ketertutupan Kepala dinas, maka timbul miskomunikasi.  

 

 

Media ini yang setiap harinya melewati lokasi proyek pembangunan Drainase di kawasan Aviari tersebut, sekilas tidak pernah terlihat plang proyek. Demikian juga rekan-rekan media lainnya kerap mempertanyakan hingga mengeksposnya proyek tanpa plang sampai disebut proyek siluman yang dikerjakan asal jadi. 

Pemimpin umum media ini, mencoba mempertanyakan kepada Kadis Ir Yumasnur melalui Waa, hanya membalas singkat. “jangan percaya kepada berita yang tidak benar”. Kemudian ketika ditanya apakah ada plang proyek?. Kemudian dibalas singkat “ada”.   Setelah awak media ini menelusurinya, plang proyek memang ditemukan di seberang Drainase kawasan utara.  

 

 

Seperti diketahui, pembangunan peningkatan Drainase Avaari Batu Aji itu dilakukan akibat pelebaran jalan, sehingga kedua parit lama harus ditimbun dan membuat parit atau Drainase baru. Pengamatan media ini, tidak ada yang menyalahi dalam pembanguna peningkatan Drainase tersebut. Hanya saja yang dikhawatirkan, apakah proyek ini selesai tepat waktu jika menghitung awal pengerjaannya sejak tanda tangan kontrak 4 April 2022 hingga 210 hari kerja. Jika dihitung 210 hari kerja berarti kurang lebih 7 bulan, maka akan selesai tanggal 4 November 2022 ini. Terlepas nanti apakah pembangunan proyek peningkatan Drainase di kawasan Aviari kecamatan Batu Aji kota Batam itu selesai tepat waktu, tentu ada diberikan kesempatan perpanjagan waktu (Adendum) selama 50 hari dan dikenakan denda. Namun dalam pengamatan, pembangunan peningkatan Drainase tersebut tidak ada yang bermasalah. Jika ada tudingan tidak sesuai spesifikasi atau menyalahi bestek, harus ada ahlinya yang menjelaskan.

Yang menjadi harapan, ke depan sekali-sekali Kepala dinas bisa ditemui dan memberi penjelasan tentang sesuatu pembangunan proyek yang kini giat-giatnya dilakukan di kota Batam. Sesibuk apapun, sang Kepala dinas, para awak media berharap jangan terlalu pelit bertemu untuk menjelaskan mengenai pembangunan infrastruktur saat ini di kota Batam hingga timbul miskomunikasi. Akibatnya, muncul persepsi sendiri para awak media, menulis tanpa data yang akurat atau tanpa konfirmasi kepada pejabat yang berwenang. (arifin/eston)

 

BAGIKAN:

AddThis Sharing Buttons

Share to Facebook

Share to TwitterShare to LINEShare to WhatsAppShare to SMSShare to More

 

 

 

 

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.