Warung di Kelurahan Sei Lekop Sagulung Batam Diduga Menyalahi Aturan?

banner 160x600
banner 468x60

* Masyarakat Sekitarnya Resah, Lurah Sei Lekop Sudah Memediasi Tetapi Pemilik Warung Tak Mengindahkan

* Banyak ABG Diduga Masih Pelajar Begadang Tiap Malam

 

 

             Warung wk yang ditutupi kain hingga tak terlihat dari luar

Indonesiatopnews.com.Batam-Keberadaan salah satu warung yaitu (WK) di Kelurahan Sei Lekop Kecamatan Sagulug, kini menjadi sorotan dan perbincangan hangat masyarakat Kecamatan Sagulung, khususnya sekitar Kelurahan Sagulung. Hal itu disebabkan banyaknya anak-anak muda atau ABG setiap harinya nomgol di warung WK yang diduga kuat masih pelajar.  Apalagi di malam hari, berpasang-pasangan terlihat memenuhi warung.  Masyarakat sekitar juga mempertanyakan, bagaimana kriteria suatu warung hingga beroperasi sampai dini hari atau larut malam?

Sebab diketahui, warung wk bukanlaah kafe atau bar, melainkan setahu masyarakat setempat adalah warung biasa.  Hal inilah yang dikeluhkan dan dipertanyakan masyarakat sekitar warung wk, yang melakukan operasionalnya hingga larut malam, terutama suara-suara gaduh yang kerap terjadi di warung tersebut.

 

 

Keadaan ini sudah lama dikeluhkan warga sekitarnya, apalagi di tengah pemukiman dan dekat dengan rumah ibadah, dalam hal ini masjid.  Sejumlah masyarakat kepada awak media ini menjelaskan, sudah lama mengadukannya kepada pihak perangkat RT maupun Kelurahan.  Namun nampaknya, belum ada diambil tindakan untuk menrtibkannya.

Pembukaan usaha warung, sah-sah saja sepanjang tidak melangar aturan atau ketertiban masyarakat.  Namun kenyataannya, setiap harinya suara hingar bingar dan minum minuman keras, apalagi setelah larut malam.   Diduga kuat, menurut masyarakat yang menyaksikannya setiap malam, suara mabuk kerap terdengar, mungkin setelah minum dari luaran, baru datang ke warung wk.

Atau mungkin ada penjualan minuman keras di warung tersebut, memang belum bisa dipastikan.  Pemilik warung disebut-sebut berinsial H NA mantan pensiunan PNS.  Sejumlah masyarakat menjelaskan, sebenarnya Lurah Sei Lekop sudah pernah memediasi agar ketertiban dan perselisihan dengan masyarakat setempat bisa diatasi.  Terutama, agar kain penutup warung yang menghalangi pemandangan dari luar dapat dibuka atau ditiadakan. 

Seperti diketahui, warung wk diutupi semacam kain sehingga tidak jelas terlihat, siapa-siapa pengunjung yang datang ke warung itu.  Tetapi pada siang hari, terlihat jelas  sejumlah pelajar nongkrong di warung tersebut apalagi di saat jam belajar mengajag.

Lurah Sei Lekop yang akan dikonfirmasi media ini Rabu (17/1) siang, pegawai disana menyebut, pak Lurah sedang keluar.  Namun masyarakat berharap, jika Lurah dan Camat Sagulung tidak mampu menertibkan warung tersebut, dalam waktu dekat akan menyampaikan langsung ke Walikota Batam H Muhammad Rudi. (suardi)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.